BRUSSEL – Amerika Serikat saat ini dilaporkan menyiagakan lebih dari 100.000 personel militer di berbagai wilayah strategis Eropa guna mengantisipasi eskalasi konflik dan menjaga stabilitas di perbatasan timur NATO.
Penelusuran terhadap data terbaru mengungkap bahwa Jerman tetap menjadi basis kekuatan utama dengan menampung sekitar 35.000 tentara, disusul oleh kehadiran signifikan di Italia, Inggris, dan Spanyol yang berfungsi sebagai pilar pertahanan udara serta laut.
Fokus kekuatan kini terpantau mulai bergeser ke arah timur, di mana ribuan pasukan tambahan dikerahkan secara permanen di Polandia dan Rumania untuk memperkuat garis depan pertahanan darat aliansi.
Kehadiran masif yang tersebar di hampir 20 negara ini mencerminkan strategi penggentaran (deterrence) Amerika Serikat dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kian memanas di Benua Biru.











