JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sinyal peringatan keras terhadap indikasi upaya monopoli kekuasaan saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Borobudur, Jakarta.
Ia menegaskan bahwa Republik Indonesia sepenuhnya milik rakyat dan bukan milik segelintir elite yang mencoba mengatur arah demokrasi demi kepentingan golongan tertentu.
Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap berbagai manuver politik di balik layar yang dinilai mulai mengancam pilar-pilar konstitusi negara.
Dalam pidatonya, Megawati menyoroti secara tajam wacana perubahan sistem pemilu yang tengah menjadi perdebatan panas dan dicurigai memiliki agenda tersembunyi.
Ia mensinyalir adanya upaya pengalihan hak kedaulatan rakyat melalui perubahan mekanisme teknis yang berlangsung tidak transparan.
Analisis terhadap orasi tersebut mengisyaratkan kekhawatiran mendalam akan kembalinya gaya kepemimpinan otoriter yang bersembunyi di balik legalitas formal.
Fokus Megawati pada kedaulatan rakyat ini dianggap sebagai langkah investigatif untuk membongkar rencana pihak-pihak yang mencoba melanggengkan kekuasaan melalui rekayasa hukum.
Upaya mempertahankan sistem pemilu yang adil dipandang sebagai benteng terakhir untuk mencegah Indonesia jatuh kembali ke tangan kekuatan oligarki.
Kehadiran Megawati di mimbar akademik ini mempertegas posisi politiknya dalam menjaga marwah demokrasi dari potensi intervensi yang merusak tatanan republik.











