Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 4 Mei 2026 14:56 WITA

Investigasi Nasib Guru Honorer Sikka: Mengabdi Demi Gaji Rp150 Ribu


 Potret perjuangan Yustina, guru honorer di Sikka, NTT, yang bertahan dengan upah Rp150 ribu per bulan demi mencerdaskan siswa. (Foto: RSS) Perbesar

Potret perjuangan Yustina, guru honorer di Sikka, NTT, yang bertahan dengan upah Rp150 ribu per bulan demi mencerdaskan siswa. (Foto: RSS)

SIKKA – Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional, Yustina, seorang guru honorer di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih harus berjuang bertahan hidup dengan upah sangat minim sebesar Rp150.000 per bulan yang hanya bersumber dari iuran sukarela orang tua siswa.

Investigasi di lapangan mengungkap fakta miris mengenai ketimpangan akses kesejahteraan pendidik yang memaksa sekolah bergantung sepenuhnya pada swadaya wali murid karena minimnya intervensi anggaran pemerintah.

Ketidakpastian alokasi dana daerah dituding menjadi penyebab utama Yustina hanya menerima bayaran yang bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok harian selama satu bulan penuh.

Potret buram ini menjadi bukti nyata bahwa di balik seremoni pendidikan nasional, masih ada pengabdian tanpa pamrih yang dibayar dengan ketidakadilan ekonomi yang sangat kronis.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gus Ipul Jamin Transparansi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat, Cegah Intervensi

6 Mei 2026 - 22:05 WITA

Skema Baru Kemendikdasmen: Nasib Gaji Guru Non-ASN Hingga 2026

6 Mei 2026 - 03:12 WITA

Suharti Raih Penghargaan Outstanding Transformation National Education

6 Mei 2026 - 03:08 WITA

Sukses di Tasmania, Program Makan Siang Gratis Bakal Meluas ke Seluruh Australia

5 Mei 2026 - 19:55 WITA

Investigasi Tembok SDN Tebet Barat Roboh: Dugaan Kelalaian Perawatan Bangunan Lapuk

5 Mei 2026 - 14:23 WITA

Disdik Investigasi Kasus Siswa SMKN 4 Samarinda Meninggal Diduga Akibat Sepatu Kekecilan

5 Mei 2026 - 13:45 WITA

Trending di Pendidikan