JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta secara resmi menurunkan status Pintu Air Angke Hulu dari Siaga 1 menjadi Siaga 2 pada hari ini setelah tinggi muka air mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Langkah penurunan status ini diambil berdasarkan hasil pantauan berkala di lokasi meskipun dampak luapan Kali Angke sebelumnya telah merendam ratusan rumah warga di kawasan padat penduduk Cengkareng, Jakarta Barat.
Hasil investigasi di lapangan mengungkap bahwa genangan air di pemukiman masih cukup tinggi karena aliran balik dari sungai yang sempat meluap tajam saat status mencapai level tertinggi Bahaya.
Petugas kini terus melakukan pemantauan intensif terhadap sistem drainase di sekitar wilayah terdampak guna memastikan penurunan debit air sungai diikuti dengan percepatan surutnya banjir di pemukiman warga.











