ATLANTA – Departemen Kehakiman (DOJ) di bawah administrasi Trump memicu kontroversi besar setelah secara resmi menuntut daftar nama petugas pemilu Georgia tahun 2020 di Atlanta untuk menyelidiki kembali klaim kecurangan yang telah dibantah secara luas.
Langkah ini dianggap sebagai upaya penggunaan kekuatan investigasi pemerintah federal untuk menggali ulang narasi pencurian suara oleh Partai Demokrat yang sebelumnya dinyatakan tidak terbukti oleh berbagai audit resmi.
Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa manuver kekuasaan federal ini diduga kuat merupakan bentuk politisasi lembaga hukum demi mendukung teori konspirasi pemilu yang tidak berdasar.
Banyak pihak menilai tekanan terhadap identitas pekerja lapangan ini berisiko membahayakan keamanan individu serta merusak integritas dan independensi sistem hukum di masa mendatang.











