JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendesak negara-negara anggota BIMP-EAGA untuk segera mempercepat pembangunan jaringan energi regional guna mengantisipasi dampak buruk krisis global akibat konflik Timur Tengah dalam pidatonya di forum KTT kawasan tersebut.
Di balik seruan diplomasi ini, terdapat indikasi kuat mengenai kekhawatiran mendalam pemerintah terhadap kerentanan pasokan energi nasional yang selama ini masih sangat bergantung pada stabilitas jalur perdagangan internasional yang rawan gangguan.
Prabowo menekankan bahwa pengembangan energi terbarukan dan konektivitas listrik lintas batas bukan lagi sekadar pilihan lingkungan, melainkan instrumen pertahanan ekonomi strategis untuk menghadapi ancaman lonjakan harga minyak dunia.
Langkah progresif ini ditengarai sebagai upaya taktis Indonesia untuk memperkuat kedaulatan energi kawasan ASEAN agar tidak terseret lebih dalam ke dalam pusaran ketidakpastian geopolitik global yang kian memanas.











