WASHINGTON – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Washington untuk membahas risiko destruktif dari kecerdasan buatan (AI) di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas.
Investigasi mendalam menunjukkan bahwa di balik retorika perdamaian tersebut, terdapat ketidakpercayaan mendalam yang membuat kedua negara enggan menjadi pihak pertama yang memperlambat laju pengembangan teknologi militer mereka.
Paradoks diplomasi ini mencerminkan ambisi terselubung untuk mendominasi lanskap digital global, di mana pengawasan terhadap sistem otonom sering kali dikalahkan oleh kepentingan keamanan nasional masing-masing negara.
Tanpa adanya pakta transparansi yang kuat, dunia kini terjebak dalam perlombaan senjata bertenaga AI yang tidak terkendali dan berpotensi memicu eskalasi konflik tanpa pengawasan manusia yang memadai.











