KYIV – Parlemen Ukraina kini tengah menggodok rancangan undang-undang ketat untuk memperketat pengawasan industri surogasi di Kyiv yang berisiko melarang total warga asing menggunakan jasa sewa rahim tersebut.
Langkah legislatif ini muncul di tengah tingginya permintaan internasional, di mana data menunjukkan bahwa sekitar 95 persen klien industri surogasi di negara tersebut berasal dari luar negeri.
Investigasi mendalam mengungkap kekhawatiran mengenai nasib para perempuan yang menggantungkan hidup sebagai ibu pengganti jika regulasi baru ini benar-benar memutus arus ekonomi utama industri tersebut.
Para pengamat menilai bahwa pengetatan aturan ini tidak hanya akan berdampak pada ekonomi domestik tetapi juga memaksa ribuan pasangan dari berbagai penjuru dunia mencari alternatif prosedur reproduksi di negara lain.











