Menu

Mode Gelap

Internasional · 15 Mei 2026 22:57 WITA

Sugiono Soroti Peran Strategis BRICS Hadapi Disrupsi Perdagangan Global


 Menteri Luar Negeri RI Sugiono memberikan pernyataan mengenai peran strategis BRICS dalam menghadapi tantangan perdagangan global di Kazan, Rusia. (Foto: RSS) Perbesar

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memberikan pernyataan mengenai peran strategis BRICS dalam menghadapi tantangan perdagangan global di Kazan, Rusia. (Foto: RSS)

KAZAN – Menteri Luar Negeri RI Sugiono secara tajam menyoroti posisi strategis BRICS sebagai penyeimbang kekuatan ekonomi dunia saat menghadiri KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia, pada Kamis (24/10).
Langkah diplomasi ini diambil di tengah meningkatnya tensi disrupsi perdagangan global serta berbagai upaya kebijakan unilateral yang dinilai merugikan stabilitas ekonomi negara-negara berkembang.
Pernyataan Sugiono tersebut seakan mengonfirmasi adanya dorongan kuat dari Jakarta untuk mencari alternatif sistemik yang lebih inklusif demi menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

Analisis mendalam terhadap manuver ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif Indonesia dalam forum BRICS bukan sekadar formalitas diplomatik biasa.
Sugiono secara eksplisit menekankan pentingnya blok ini dalam melawan kebijakan perdagangan satu arah yang sering kali memicu fragmentasi pasar internasional.
Hal ini memunculkan indikasi kuat bahwa Indonesia sedang mengkaji ulang sejauh mana ketergantungan terhadap blok ekonomi tradisional Barat dapat diseimbangkan dengan kekuatan baru di Global South.

Lebih dari sekadar isu perdagangan, langkah Sugiono mengisyaratkan adanya misi investigasi terhadap efektivitas reformasi arsitektur keuangan global.
Kepentingan Indonesia dalam BRICS tampaknya tertuju pada upaya menciptakan keadilan distribusi sumber daya dan perlindungan terhadap rantai pasok dari tekanan geopolitik pihak tertentu.
Upaya ini menjadi catatan kritis bagi arah diplomasi ekonomi Indonesia ke depan dalam menghadapi tatanan dunia yang semakin tidak menentu.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Israel Kembali Serbu Masjid Al Aqsha, HNW Desak OKI Segera Bertindak

16 Mei 2026 - 00:27 WITA

Investigasi Gestur Marco Rubio: Mengapa Menlu AS Pantau Detail Ruang Pertemuan Xi-Trump?

15 Mei 2026 - 23:51 WITA

Deportasi Penerima DACA: Ancaman Ketidakpastian Bagi Dreamers di AS

15 Mei 2026 - 23:22 WITA

Rahasia Medis di Capitol Hill: Mengapa Anggota Kongres AS Bungkam Soal Kesehatan?

15 Mei 2026 - 23:07 WITA

Nasib Penerima DACA Terancam Deportasi Massal di Era Trump

15 Mei 2026 - 22:46 WITA

Netanyahu Klaim Kuasai 60 Persen Gaza, Indikasi Pelanggaran Gencatan Senjata?

15 Mei 2026 - 22:26 WITA

Trending di Internasional