KUWAIT CITY – Ahmed Shihab-Eldin, seorang jurnalis ternama berkebangsaan Kuwait-Amerika, dilaporkan telah ditahan selama beberapa minggu di Kuwait City setelah mengunggah opini terkait ketegangan perang Iran di media sosial, yang kini berujung pada pengakuan mengejutkan bahwa kewarganegaraannya telah dicabut secara sepihak oleh otoritas setempat.
Kasus ini memicu kecurigaan mendalam terkait pola pembungkaman suara kritis di wilayah Teluk, mengingat penahanan tersebut dilakukan tanpa transparansi hukum yang jelas kepada publik.
Hingga saat ini, pemerintah Kuwait terpantau masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi mengenai dasar hukum penahanan maupun status kewarganegaraan Shihab-Eldin yang hilang.
Investigasi terhadap praktik pencabutan identitas sipil ini menjadi krusial, karena menunjukkan eskalasi serius dalam penggunaan instrumen negara untuk menekan jurnalis yang vokal terhadap isu geopolitik sensitif.











