BRUSSELS – Puluhan negara mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Brussels minggu ini guna membahas percepatan penghentian ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil, namun secara mengejutkan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump tidak masuk dalam daftar undangan resmi.
Langkah pengucilan diplomatik yang jarang terjadi ini disinyalir sebagai respons tegas komunitas internasional terhadap ketidaksediaan Washington dalam menyelaraskan visi transisi energi hijau.
Investigasi di lapangan menunjukkan adanya keretakan geopolitik yang mendalam, di mana para pemimpin dunia mulai berani mengambil keputusan strategis tanpa melibatkan campur tangan Amerika Serikat dalam isu krisis iklim.
Ketidakhadiran delegasi AS ini menandakan babak baru dalam diplomasi lingkungan yang menempatkan Gedung Putih di posisi terisolasi sementara negara-negara lain bergerak menuju penghapusan energi fosil secara total.











