JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG bersubsidi bagi masyarakat hingga 31 Desember 2024 di tengah fluktuasi pasar global.
Keputusan strategis ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli warga meskipun tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diprediksi akan semakin berat.
Bahlil bahkan memberikan jaminan bahwa harga energi subsidi tidak akan berubah sekalipun harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) melonjak drastis menyentuh level US$ 100 per barel.
Namun, langkah ini memicu analisis mendalam mengenai kemampuan fiskal negara dalam menanggung selisih harga jika lonjakan pasar minyak dunia benar-benar terjadi dalam jangka panjang.
Pemerintah tampaknya lebih memilih menanggung beban subsidi yang membengkak demi meredam potensi gejolak sosial dan inflasi di penghujung tahun anggaran 2024 ini.











