PONTIANAK – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, secara resmi menawarkan beasiswa pendidikan strata satu (S1) ke China bagi Josepha, siswi SMAN 1 Pontianak yang menjadi korban dugaan diskriminasi dalam ajang lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat baru-baru ini.
Langkah responsif ini diambil sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas viralnya bukti visual yang menunjukkan ketidakadilan juri terhadap Josepha, yang memicu penyelidikan publik terkait standar objektivitas dan integritas penyelenggaraan kompetisi akademik di tingkat daerah.
Tawaran beasiswa tersebut tidak hanya dipandang sebagai apresiasi atas kecerdasan Josepha, namun juga menjadi tamparan keras sekaligus sinyal bagi perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian lomba yang seringkali mengabaikan hak-hak siswa berprestasi demi kepentingan tertentu.
Kasus Josepha kini bertransformasi menjadi sorotan nasional yang menyingkap tabir celah dalam sistem pendidikan pelajar, di mana intervensi politik dari Rifqinizamy diharapkan mampu memulihkan keadilan moral sekaligus menjamin masa depan akademik sang siswi di kancah internasional.











