BEIRUT – Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah yang dimediasi oleh Amerika Serikat kini berada di ambang kehancuran setelah serangkaian serangan mematikan kembali mengguncang wilayah perbatasan Lebanon dalam beberapa hari terakhir.
Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa kedua belah pihak saling meluncurkan provokasi militer yang dianggap melanggar kesepakatan damai yang baru seumur jagung tersebut.
Laporan di lapangan mengindikasikan adanya mobilisasi pasukan di zona penyangga yang seharusnya steril, memicu kekhawatiran global akan meletusnya kembali perang skala penuh di Timur Tengah.
Ketegangan yang terus meningkat ini mengancam stabilitas kawasan dan mempertanyakan efektivitas diplomasi internasional dalam meredam konflik berkepanjangan antara Tel Aviv dan Beirut.











