BEIRUT – Kelompok militan Hezbollah dilaporkan mulai mengerahkan teknologi drone peledak berbasis kabel fiber-optik untuk menyerang posisi pasukan Israel di wilayah perbatasan Lebanon guna menembus sistem pertahanan elektronik lawan.
Strategi ini terdeteksi sebagai upaya sistematis untuk memastikan serangan udara tetap presisi meski berada di bawah payung gangguan sinyal (jamming) militer Israel.
Investigasi mendalam menunjukkan bahwa penggunaan kabel fiber-optik ini mengadopsi taktik yang sebelumnya marak digunakan dalam medan perang di Ukraina.
Teknologi ini memungkinkan operator drone mengendalikan perangkat tanpa transmisi gelombang radio, sehingga mustahil bagi sistem peperangan elektronik untuk memutus koneksi kendali.
Penggunaan kabel fisik ini memberikan keuntungan berupa kualitas transmisi video beresolusi tinggi yang stabil hingga detik-detik sebelum benturan.
Langkah ini menandai pergeseran gaya tempur Hezbollah menuju peperangan asimetris yang lebih canggih dan sulit dideteksi oleh radar konvensional.
Hingga saat ini, pihak militer Israel terus melakukan pemantauan intensif terhadap ancaman baru yang kebal terhadap alat pengacak sinyal ini.
Eskalasi teknologi drone ini dikhawatirkan akan mengubah dinamika keamanan di sepanjang garis perbatasan dalam waktu dekat.











