TEHERAN – Otoritas Iran secara resmi memberikan pengecualian tarif lintas Selat Hormuz bagi kapal-kapal Rusia di Teheran guna memperkuat aliansi strategis di tengah tekanan sanksi global yang kian meningkat.
Langkah ini menandai pergeseran kebijakan maritim Iran yang kini secara selektif mengutamakan negara-negara sahabat dalam jalur perdagangan energi paling vital di dunia tersebut.
Hasil penelusuran mengungkap bahwa kebijakan khusus ini merupakan bentuk timbal balik atas kerja sama ekonomi dan militer yang kian erat antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah sumber internal mengindikasikan bahwa pengecualian ini tidak berlaku secara umum melainkan hanya menyasar daftar negara sekutu tertentu sebagai bagian dari manuver geopolitik kawasan.
Selat Hormuz sendiri merupakan titik krusial di mana sebagian besar pasokan minyak dunia melintas setiap harinya sehingga kebijakan ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
Keputusan sepihak ini diprediksi akan memicu dinamika baru dalam stabilitas ekonomi global serta memancing reaksi keras dari otoritas maritim internasional dan negara-negara Barat lainnya.











