TEHERAN – Ketegangan di jalur perdagangan global mencapai titik kritis setelah Garda Revolusi Iran menyita dua kapal kargo yang diduga berafiliasi dengan Israel di perairan strategis Selat Hormuz pada pekan ini untuk merespons dinamika geopolitik kawasan.
Langkah berani tersebut memicu respons militer besar-besaran dari Amerika Serikat yang secara mengejutkan mengerahkan tiga kapal induk tempur ke Timur Tengah untuk pertama kalinya dalam sejarah beberapa dekade terakhir.
Penelusuran tim investigasi mengindikasikan adanya pergeseran strategi pertahanan di mana kehadiran armada induk AS berfungsi sebagai pagar betis untuk menghalau sabotase maritim yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia.
Hingga saat ini pengawasan ketat terhadap rute pelayaran internasional terus ditingkatkan guna mengantisipasi potensi eskalasi konflik terbuka yang melibatkan kekuatan militer lintas benua di kawasan Teluk.











