MAKASSAR – Ashari Samadikun, seorang kapten kapal tangker asal Sulawesi Selatan, dilaporkan menjadi korban penyanderaan oleh komplotan bajak laut bersenjata saat sedang melintasi perairan Somalia yang rawan pada pekan ini.
Kabar mencekam ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga yang kini berada dalam kondisi cemas menanti kepastian nasib sang kapten di tengah ketidakpastian jalur komunikasi internasional.
Istri korban secara terbuka mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil tindakan diplomatik maupun operasi penyelamatan taktis guna membebaskan suaminya dari tangan para perompak.
Hasil penelusuran mengindikasikan adanya celah keamanan pada rute pelayaran tersebut yang membuat kapal tanker rentan terhadap serangan kelompok kriminal lintas negara di wilayah tanduk Afrika.











