PATI – Ketua PBNU Alissa Wahid menuntut pengusutan tuntas atas dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pendiri pesantren terhadap santrinya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, baru-baru ini demi menjamin keadilan dan ruang aman bagi korban.
Investigasi mendalam kini menjadi sorotan utama guna mengungkap tabir penyimpangan yang diduga telah mencederai integritas lembaga pendidikan agama di wilayah tersebut.
PBNU mendesak adanya penguatan sistem perlindungan santri secara kolektif di seluruh pesantren agar tindakan predator seksual dapat dideteksi dan dicegah melalui pengawasan yang lebih ketat.
Aparat penegak hukum diminta untuk menjalankan proses hukum secara transparan dan adil tanpa pandang bulu guna memberikan efek jera sekaligus memulihkan marwah dunia pendidikan Islam.











