JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya secara mendadak memimpin sidang intensif untuk mengusut tuntas hambatan perizinan yang memicu mundurnya jadwal operasional Proyek PLTS Terapung Saguling hingga Maret 2027 mendatang.
Langkah investigatif ini diambil setelah pengelola proyek mengadukan adanya sumbatan birokrasi yang mengancam keberlangsungan investasi raksasa senilai US$ 80 juta tersebut.
Penundaan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efisiensi koordinasi antarlembaga dalam mendukung proyek strategis nasional di sektor energi terbarukan.
Pemerintah kini tengah menelusuri titik lemah dalam proses regulasi guna memastikan aset bernilai triliunan rupiah ini tidak terus terbengkalai akibat kendala administratif yang berlarut-larut.











