CEBU – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang akan berlangsung di Cebu, Filipina, pada 7 hingga 8 Mei mendatang.
Langkah diplomatik ini memicu tanda tanya besar mengenai posisi tawar Indonesia di tengah pusaran ketegangan geopolitik kawasan.
Pertemuan tersebut secara resmi akan memfokuskan pembahasan pada penguatan kerja sama regional serta respons kolektif terhadap dinamika global yang semakin tidak menentu.
Namun, penelusuran lebih dalam mengindikasikan adanya agenda strategis terkait stabilitas keamanan di Laut Cina Selatan yang kemungkinan menjadi pembicaraan tertutup antar kepala negara.
Kehadiran Prabowo di Cebu dianggap bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya mempertegas pengaruh kepemimpinan Indonesia di Asia Tenggara.
Publik kini menanti apakah hasil dari KTT ini mampu memberikan solusi konkret bagi stabilitas ekonomi kawasan atau hanya akan berakhir sebagai komitmen formalitas belaka.











