JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara mengejutkan memutuskan untuk tidak memberikan bantuan hukum kepada Anggota Dewan Pembina, Grace Natalie, terkait dugaan pemotongan video ceramah Jusuf Kalla (JK) yang mencuat di Jakarta baru-baru ini.
Penelusuran mendalam mengindikasikan adanya kebijakan partai yang memilih untuk menarik garis tegas antara aktivitas personal kader dengan tanggung jawab institusi di ranah hukum.
Meskipun pendampingan advokat secara resmi absen, jajaran internal PSI menegaskan bahwa dukungan moral secara personal tetap mengalir kuat kepada Grace sebagai sesama rekan seperjuangan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis partai dalam menjaga citra organisasi agar tidak terimbas lebih jauh oleh polemik hukum yang melibatkan tokoh nasional tersebut.











