MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah melumpuhkan sedikitnya 350 pesawat nirawak (drone) milik Ukraina dalam sebuah operasi pertahanan besar-besaran yang berlangsung semalam di sepanjang zona konflik aktif.
Penelusuran tim investigasi menunjukkan adanya perubahan drastis dalam pola serangan udara yang kini melibatkan gelombang drone dalam jumlah masif untuk menguji titik jenuh sistem pertahanan udara Rusia.
Angka penghancuran yang mencapai ratusan unit dalam waktu singkat ini memicu pertanyaan kritis mengenai asal-usul pasokan komponen drone Ukraina serta efektivitas perangkat peperangan elektronik yang digelar militer Rusia.
Hingga kini, para pengamat militer masih mendalami apakah lonjakan serangan ini merupakan strategi pengalihan guna menutupi pergerakan pasukan darat yang lebih besar di garis depan pertempuran.











