MOSKOW – Pemerintah Kremlin dilaporkan secara sistematis menjebak ribuan pria asal benua Afrika untuk dikirim ke medan perang di Ukraina dengan modus tawaran pekerjaan sektor konstruksi dan jasa yang menggiurkan sepanjang tahun 2024.
Hasil investigasi mendalam mengungkap bahwa para korban awalnya dijanjikan visa kerja resmi di Rusia, namun setibanya di lokasi, dokumen perjalanan mereka disita dan mereka dipaksa menandatangani kontrak militer di bawah ancaman deportasi atau penjara.
Skema ini menunjukkan pergeseran taktik Moskow yang kini menyasar warga asing yang tidak menaruh curiga untuk menutupi kekurangan personel militer, melampaui penggunaan tentara bayaran konvensional yang selama ini dikenal publik.
Hingga saat ini, gelombang protes dari keluarga korban di berbagai negara Afrika terus meningkat seiring banyaknya laporan mengenai warga mereka yang tewas atau hilang di garis depan tanpa pelatihan militer yang memadai.











