KYIV – Di balik retorika gencatan senjata sementara, militer Rusia melancarkan gelombang serangan udara mematikan ke berbagai pusat kota di Ukraina pada Selasa (5/5) yang mengakibatkan sedikitnya 21 orang tewas di lokasi kejadian.
Investigasi awal di lapangan menunjukkan bahwa eskalasi mendadak ini diduga sengaja dilakukan untuk memperlemah posisi tawar Ukraina serta menghancurkan infrastruktur krusial tepat sebelum periode jeda militer dimulai.
Target serangan yang tersebar secara masif di wilayah pemukiman sipil memicu spekulasi mendalam mengenai adanya pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan secara sistematis oleh pasukan Kremlin.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus berupaya melakukan evakuasi di bawah reruntuhan guna memastikan jumlah korban akhir dari serangan yang dinilai merusak harapan perdamaian tersebut.











