Menu

Mode Gelap

Internasional · 1 Mei 2026 15:18 WITA

Sejarah Hari Buruh 1 Mei: Jejak Tragedi Berdarah dan Eksploitasi


 Ilustrasi perjuangan buruh dalam menuntut hak kerja delapan jam pada tragedi Haymarket di Chicago. (Foto: RSS) Perbesar

Ilustrasi perjuangan buruh dalam menuntut hak kerja delapan jam pada tragedi Haymarket di Chicago. (Foto: RSS)

CHICAGO – Ribuan buruh di seluruh dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day setiap tanggal 1 Mei untuk mengenang tragedi berdarah Haymarket di Chicago, Amerika Serikat, yang dipicu oleh tuntutan pengurangan jam kerja pada tahun 1886.

Penelusuran sejarah mengungkap bahwa gerakan massal ini berakar dari praktik eksploitasi kejam di mana para pekerja dipaksa bekerja selama 16 jam sehari dalam kondisi lingkungan yang sangat tidak manusiawi.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika aksi protes damai berubah menjadi horor mematikan akibat ledakan bom dan tindakan represif aparat yang menewaskan banyak aktivis demi mempertahankan hak atas delapan jam kerja.

Hingga saat ini, peringatan tahunan ini bukan sekadar hari libur biasa, melainkan simbol investigatif atas perjuangan panjang kelas pekerja dalam menuntut hak atas kehidupan dan martabat yang layak.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Trump Tolak Proposal Damai Iran, AS Siapkan Dua Opsi Strategis Akhiri Perang

2 Mei 2026 - 18:36 WITA

Protes May Day AS: Buruh Tuntut Perlindungan dari Dominasi Ultra-Kaya

2 Mei 2026 - 18:26 WITA

Perburuan Harta Karun San Francisco: Warga Berebut Kotak Uang Tunai di Era AI

2 Mei 2026 - 18:13 WITA

Agenda Balas Dendam Donald Trump: Pembersihan Internal Partai Republik Dimulai

2 Mei 2026 - 18:03 WITA

Tiga Politisi Wanita Republik Bongkar Skandal Pelecehan di Kongres AS

2 Mei 2026 - 17:56 WITA

Investigasi Proyek Garden of Heroes Trump: Dokumen Ungkap Lonjakan Biaya Fantastis

2 Mei 2026 - 17:42 WITA

Trending di Internasional