KYIV – Semyon Gluzman, seorang psikiater pemberani yang mengungkap praktik kotor Uni Soviet dalam melabeli pembangkang sebagai penderita gangguan jiwa, meninggal dunia pada usia 79 tahun di Kyiv baru-baru ini.
Kematian tokoh pejuang hak asasi manusia ini menandai hilangnya saksi kunci atas penggunaan psikiatri sebagai alat represi politik yang sistematis selama era Perang Dingin.
Gluzman sempat mendekam di penjara selama bertahun-tahun setelah melakukan investigasi independen yang membuktikan bahwa diagnosis medis sengaja direkayasa untuk membungkam suara-suara kritis terhadap pemerintah.
Hingga akhir hayatnya, ia terus memimpin upaya global untuk mereformasi dunia kedokteran jiwa dan memastikan sejarah kelam penyalahgunaan wewenang medis tersebut tidak akan pernah terulang kembali.











