WASHINGTON – Pentagon mengonfirmasi tewasnya dua orang dalam serangan kapal di Samudra Pasifik Timur baru-baru ini, yang menandai operasi mematikan keenam sepanjang bulan ini dalam kampanye antinarkoba agresif di bawah pemerintahan Trump.
Insiden terbaru ini menambah daftar panjang korban jiwa yang kini telah mencapai sedikitnya 182 orang dalam rangkaian operasi militer terhadap pihak yang dituduh sebagai penyelundup narkoba di laut lepas.
Pola serangan yang berulang ini memicu sorotan tajam terkait penggunaan kekuatan mematikan yang kian rutin serta minimnya transparansi bukti dalam operasi keamanan maritim internasional tersebut.
Hingga kini, otoritas terkait masih belum memberikan rincian detail mengenai identitas spesifik para korban dan justifikasi hukum di balik eskalasi kekerasan yang terus meningkat di kawasan strategis tersebut.











