BEKASI – Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di lintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04) malam.
Tim investigasi kini tengah mendalami indikasi kegagalan sistem persinyalan otomatis atau potensi kelalaian manusia yang menyebabkan kedua rangkaian kereta tersebut berada pada jalur yang sama di waktu bersamaan.
Petugas telah resmi mengakhiri proses evakuasi korban serta puing rangkaian kereta pada Selasa dini hari, sementara Komite Nasional Keselamatan Transportasi mulai mengumpulkan data komunikasi dari ruang kendali stasiun.
Otoritas terkait berkomitmen mengungkap fakta di balik malfungsi teknis ini guna memastikan transparansi penyebab kecelakaan yang menjadi salah satu insiden terburuk di jalur lingkar Bekasi tersebut.











