JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Dini Rahmania, secara tajam mempertanyakan urgensi usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang berencana memindahkan gerbong khusus wanita ke posisi tengah rangkaian KRL Commuter Line di Jakarta pascainsiden kecelakaan kereta baru-baru ini.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah reaktif yang tidak menyentuh akar permasalahan keselamatan transportasi publik serta berisiko mengabaikan aspek teknis keamanan penumpang secara menyeluruh.
Dini menekankan bahwa jaminan keamanan bagi perempuan seharusnya diwujudkan melalui peningkatan standar perawatan kereta dan penguatan sistem pengawasan di setiap gerbong, bukan sekadar menggeser posisi fisik rangkaian yang justru berpotensi mengganggu alur operasional di stasiun.
Kritik ini menyoroti perlunya audit mendalam terhadap protokol keselamatan kereta api agar kebijakan yang diambil pemerintah berbasis pada data teknis investigatif, bukan sekadar respons populis yang minim dampak solutif bagi pengguna transportasi.











