AUGUSTA – Gubernur Maine, Janet Mills, secara mengejutkan memveto Rancangan Undang-Undang yang seharusnya menjadi moratorium pusat data pertama di Amerika Serikat pada pekan ini guna mengamankan proyek di sebuah kota industri yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Langkah kontroversial ini memicu tanda tanya besar mengenai transparansi di balik pengambilan keputusan, mengingat RUU tersebut awalnya dirancang untuk mengevaluasi beban energi masif dari fasilitas pusat data terhadap jaringan listrik negara bagian yang kian rentan.
Mills berargumen bahwa kegagalan legislator dalam memberikan pengecualian khusus bagi proyek di bekas kota pabrik (mill town) yang terpuruk berisiko mematikan potensi investasi dan lapangan kerja baru yang sangat dibutuhkan warga lokal.
Investigasi kini menyoroti rincian proyek yang coba diselamatkan tersebut, sementara para aktivis lingkungan mendesak pemerintah untuk tidak mengorbankan perlindungan krisis iklim jangka panjang demi kepentingan ekonomi jangka pendek.











