JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa 10,8 persen wilayah Indonesia telah resmi memasuki musim kemarau per 20 April 2026 untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi krisis air di berbagai provinsi.
Penelusuran mendalam terhadap data iklim menunjukkan bahwa transisi ini mulai merambah zona musim di bagian timur dan selatan Indonesia, memicu indikasi adanya pergeseran pola cuaca yang lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasil investigasi di lapangan mengungkap kekhawatiran para petani terkait ketersediaan pasokan irigasi, mengingat penurunan curah hujan terjadi di saat beberapa daerah sentra pangan sedang memasuki masa tanam kritis.
Pemerintah kini dituntut untuk melakukan audit transparan terhadap cadangan air nasional guna mencegah dampak perluasan wilayah kemarau yang diprediksi BMKG akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.











