Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis · 28 Apr 2026 18:13 WITA

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos Demi Ekonomi, Bagaimana Efektivitasnya?


 Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan keterangan terkait usulan perluasan bansos untuk memperkuat ekonomi nasional. (Foto: RSS) Perbesar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan keterangan terkait usulan perluasan bansos untuk memperkuat ekonomi nasional. (Foto: RSS)

JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul secara resmi mengusulkan perluasan jangkauan penerima bantuan sosial (bansos) dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta guna memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ancaman penurunan daya beli masyarakat.

Langkah ini memicu penelusuran lebih dalam mengenai efektivitas skema distribusi anggaran negara yang selama ini seringkali tersandera oleh persoalan akurasi data kemiskinan yang belum sepenuhnya terintegrasi.

Gus Ipul menegaskan bahwa integrasi antara bantuan tunai dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi kunci utama agar dana stimulus tidak sekadar habis dikonsumsi, melainkan mampu menggerakkan roda produksi di tingkat akar rumput.

Pemerintah kini ditantang untuk membuktikan apakah perluasan bansos ini merupakan instrumen pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan atau sekadar solusi jangka pendek untuk menambal defisit konsumsi rumah tangga secara instan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Investigasi Inovasi Amaliyah: Ubah Limbah Jadi Nilai Ekonomi Bersama PNM

28 April 2026 - 20:18 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.237 Pagi Ini Akibat Sentimen Timur Tengah

28 April 2026 - 19:14 WITA

Schneider Electric Rilis Vivace E: Rahasia Saklar Murah Rp30 Ribuan

28 April 2026 - 16:26 WITA

Prabowo Instruksikan Bahlil Cari Pasokan Nafta Global Tekan Harga Plastik

28 April 2026 - 15:06 WITA

Investigasi Rencana KEK Keuangan Bali: Regulasi International Financial Center Mulai Digodok

27 April 2026 - 21:52 WITA

Harga Kondom Global Terancam Melonjak Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

27 April 2026 - 21:33 WITA

Trending di Ekonomi & Bisnis

Sorry. No data so far.