Menu

Mode Gelap

Internasional · 28 Apr 2026 21:35 WITA

Investigasi Penjarahan Tentara Israel di Lebanon: Kepala Staf IDF Beri Peringatan Keras


 Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, memberikan instruksi tegas terkait kedisiplinan prajurit di medan tempur. (Foto: RSS) Perbesar

Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, memberikan instruksi tegas terkait kedisiplinan prajurit di medan tempur. (Foto: RSS)

TEL AVIV – Di tengah agresi militer yang terus berlangsung, Kepala Staf Angkatan Darat Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir secara mendadak mengeluarkan peringatan keras kepada pasukannya di Lebanon selatan pada pekan ini menyusul laporan investigasi terkait maraknya aksi penjarahan properti warga sipil.

Investigasi internal mengindikasikan adanya pelanggaran kode etik serius di mana sejumlah tentara diduga kuat mengambil barang-barang berharga dari rumah-rumah yang ditinggalkan penduduk Lebanon yang mengungsi.

Letnan Jenderal Zamir menegaskan bahwa tindakan kriminal tersebut tidak hanya merusak disiplin internal militer tetapi juga berisiko mencederai legitimasi operasional Israel di mata komunitas internasional.

Pihak militer kini dikabarkan mulai memperketat pengawasan di garis depan guna memastikan tidak ada lagi personel yang menyalahgunakan wewenang di tengah reruntuhan konflik yang kian memanas.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dampak Perang Iran vs AS: Jutaan Warga Kena PHK Massal dan Krisis Ekonomi

28 April 2026 - 23:33 WITA

Investigasi Kesiapan Pelayanan Jemaah Haji Indonesia di Madinah

28 April 2026 - 23:30 WITA

Investigasi Perlawanan Pemilik Hunian di Tiongkok Lawan Pengembang

28 April 2026 - 22:44 WITA

Rahasia Korea Selatan Atasi Krisis Lansia dengan Teknologi AI

28 April 2026 - 22:23 WITA

Kunjungan Raja Charles ke Washington Dibayangi Investigasi Penembakan Gedung Putih

28 April 2026 - 22:14 WITA

Trump Tolak Proposal Iran Soal Selat Hormuz: Syarat Cabut Blokade Dianggap Tak Layak

28 April 2026 - 21:06 WITA

Trending di Internasional

Sorry. No data so far.