TEHERAN – Jutaan warga Iran kini terjebak dalam kemiskinan ekstrem setelah serangan militer Amerika Serikat yang dimulai sejak 28 Februari lalu memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal secara nasional.
Konflik bersenjata ini tidak hanya melumpuhkan infrastruktur vital dan menewaskan ribuan jiwa, tetapi juga menghancurkan pilar ekonomi yang menyebabkan angka pengangguran melonjak drastis di pusat-pusat industri Teheran dan sekitarnya.
Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa rantai pasok domestik telah kolaps sepenuhnya akibat eskalasi perang yang memaksa ribuan pabrik berhenti beroperasi secara permanen.
Investigasi di lapangan mengindikasikan adanya efek domino di mana sektor manufaktur dan jasa menjadi yang paling terdampak, meninggalkan jutaan kepala keluarga tanpa penghasilan di tengah ancaman kelaparan yang kian nyata.











