SEOUL – Korea Selatan kini mengerahkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau ribuan lansia yang hidup sendirian guna mengatasi krisis penuaan penduduk tercepat di dunia.
Langkah strategis ini diambil pemerintah setempat sebagai respons atas meningkatnya kasus isolasi sosial dan ancaman demensia di tengah menipisnya tenaga perawatan manusia secara nasional.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sistem AI ini melakukan panggilan telepon rutin untuk mengecek kondisi fisik serta memberikan stimulasi kognitif bagi para warga senior yang tinggal sebatang kara.
Meski dianggap efisien, ketergantungan pada algoritma tersebut memicu perdebatan kritis mengenai hilangnya interaksi sosial manusiawi dan masa depan perawatan lansia di tangan mesin.











