BEKASI – Sebanyak 15 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur setelah tim identifikasi merampungkan seluruh proses evakuasi korban pada hari ini.
Investigasi mendalam kini tengah difokuskan pada dugaan kegagalan sistem persinyalan serta potensi kelalaian manusia dalam koordinasi lalu lintas kereta di jalur padat tersebut.
Seluruh jenazah korban telah berhasil diidentifikasi secara medis di rumah sakit setempat dan pihak berwenang mulai menyerahkan daftar nama resmi kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus mengumpulkan bukti fisik dari lokasi kejadian guna memastikan penyebab pasti di balik tragedi transportasi massal ini.











