NEW YORK – Harga minyak mentah dunia meroket tajam hingga menembus angka US$119 per barel pada perdagangan Kamis (30/4) akibat kebuntuan total negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang gagal meredam tensi militer.
Investigasi mendalam menunjukkan bahwa kegagalan kesepakatan ini dipicu oleh syarat-syarat krusial terkait penghentian konflik yang melibatkan Israel, sehingga memicu kepanikan luar biasa di pasar energi global.
Para investor kini mengkhawatirkan adanya gangguan pasokan jangka panjang setelah jalur diplomasi di balik layar tidak kunjung membuahkan hasil nyata bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini diprediksi akan memperparah ketidakpastian ekonomi global dan menekan biaya energi di berbagai negara dalam waktu dekat.











