TOKYO – Pemerintah Jepang melalui salah satu perusahaan minyak raksasanya terendus kembali mengimpor minyak mentah dari Rusia guna mengamankan pasokan energi nasional saat ketegangan geopolitik menutup akses krusial di Selat Hormuz baru-baru ini.
Langkah senyap ini terungkap sebagai strategi darurat Tokyo untuk menghindari ancaman kelangkaan bahan bakar yang berpotensi melumpuhkan stabilitas ekonomi dalam negeri.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa tingginya risiko pengiriman melalui rute Timur Tengah yang kini bergejolak memaksa Jepang mengambil keputusan pragmatis dengan mengaktifkan kembali jalur pengadaan dari wilayah Sakhalin.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih menutup rapat rincian volume transaksi minyak tersebut di tengah pengawasan ketat sanksi internasional terhadap komoditas energi asal Rusia.











