INDIANAPOLIS – Mantan Presiden Donald Trump meluncurkan operasi politik besar-besaran dalam tujuh pemilu primer di Indiana pekan ini guna menghukum para legislator Partai Republik yang menentang rencananya tahun lalu.
Langkah ini diambil sebagai bentuk balas dendam langsung terhadap anggota dewan yang secara terang-terangan menolak usulan Trump untuk memetakan ulang distrik politik di negara bagian tersebut.
Investigasi mendalam menunjukkan adanya upaya sistematis dari kubu Trump untuk menggulingkan rekan separtainya sendiri yang dianggap tidak loyal terhadap agenda pribadinya.
Perseteruan internal ini mengungkap retakan serius dalam tubuh Partai Republik Indiana yang kini terbelah antara pendukung setia Trump dan faksi konservatif tradisional.
Para pengamat politik menilai gerakan ini bukan sekadar pemilu biasa melainkan ujian krusial terhadap seberapa besar pengaruh absolut Trump di tingkat lokal saat ini.
Dana kampanye dan dukungan strategis kini dialirkan kepada para penantang yang berjanji akan sepenuhnya tunduk pada visi politik sang mantan presiden di masa depan.
Hasil dari perebutan tujuh kursi panas ini akan menjadi indikator kuat apakah kekuasaan Trump masih dominan atau mulai memudar di jantung pertahanan Republik.
Rakyat Indiana kini menjadi saksi bisu pertarungan antara loyalitas buta kepada individu atau kesetiaan pada mekanisme institusi partai.











