JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengonfirmasi bahwa sebanyak 12,8 persen wilayah Indonesia telah mulai memasuki masa transisi musim kemarau pada awal Mei ini untuk mengantisipasi risiko kekeringan.
Berdasarkan penelusuran mendalam terhadap pola atmosfer, pergeseran cuaca ini memicu tanda tanya besar bagi warga Jakarta mengenai kesiapan infrastruktur ibu kota dalam menghadapi suhu ekstrem yang mulai meningkat.
Data investigasi menunjukkan bahwa meski kemarau mulai terasa, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi baru akan mencapai titik puncak kekeringan yang paling parah pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk segera memitigasi dampak kelangkaan air bersih serta potensi kebakaran lahan yang sering mengintai saat siklus tahunan ini tiba.











