JAKARTA – Nurul Arifin, politisi senior Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI, secara resmi menerima penghargaan di ajang Leading Women Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta semalam sebagai bentuk apresiasi atas kegigihannya, namun ia menegaskan bahwa perjuangan perempuan di panggung politik nasional saat ini masih menghadapi jalan panjang yang terjal.
Di balik seremonial tersebut, penelusuran terhadap catatan kritisnya mengungkap adanya pola hambatan struktural yang masih menghantui para kader perempuan dalam menembus posisi strategis pengambilan keputusan di internal partai politik.
Investigasi terhadap pernyataan Nurul menunjukkan bahwa pencapaian administratif melalui kuota keterwakilan belum berbanding lurus dengan kekuatan eksekutif nyata, mengingat dominasi budaya patriarki yang masih mengakar dalam sistem birokrasi parlemen.
Melalui refleksi ini, ia mendesak publik dan pemangku kepentingan untuk tidak sekadar terpukau pada penghargaan simbolis, melainkan mulai membedah kembali regulasi politik yang seringkali menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap prasyarat pemilu tanpa perlindungan hak politik yang substansial.











