PAMEKASAN – Mohtar Efendi (42) telah mendedikasikan lima tahun terakhir hidupnya untuk mengajarkan Al-Qur’an secara sukarela bagi penyandang tuli di Kabupaten Pamekasan guna menjamin hak spiritual difabel di tengah minimnya tenaga pendidik khusus.
Investigasi menunjukkan bahwa aksi heroik ini dilakukan tanpa dukungan gaji atau anggaran tetap, mengungkap realitas pahit minimnya perhatian otoritas terhadap pendidikan agama inklusif bagi masyarakat berkebutuhan khusus di daerah tersebut.
Pengajar paruh baya ini menegaskan bahwa kebahagiaan serta senyuman para santrinya saat mampu mengeja ayat suci adalah upah tertinggi yang tidak bisa ditukar dengan rupiah atau nilai ekonomi mana pun.
Dedikasi tanpa pamrih Mohtar kini memicu diskusi mendalam mengenai urgensi dukungan bagi pengajar independen yang bergerak di ruang pelayanan disabilitas yang selama ini terabaikan oleh sistem.











