SURABAYA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meninjau langsung kondisi 200 siswa di Surabaya yang menjadi korban keracunan massal usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyelidiki adanya dugaan kelalaian prosedur pada operasional lapangan.
Berdasarkan temuan investigasi di lokasi, Pigai mengungkapkan bahwa insiden fatal ini dipicu oleh tata kelola dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) yang sangat tidak profesional dalam menjaga standar keamanan serta higienitas pangan.
Ia menegaskan bahwa secara substansi program MBG sudah sangat baik bagi pemenuhan gizi anak, namun kegagalan teknis pada proses pengolahan di dapur oleh pihak penyedia menjadi titik lemah yang harus segera dievaluasi total.
Pihaknya kini mendorong pemeriksaan lebih mendalam terkait rantai koordinasi pengelola dapur guna memastikan standarisasi operasional prosedur (SOP) dijalankan secara ketat demi menjamin pemenuhan hak kesehatan para siswa di masa depan.











