JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai potensi hujan lebat yang diprediksi akan mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan meski suhu udara terasa sangat terik.
Hasil penelusuran menunjukkan adanya indikasi anomali atmosfer di mana masa transisi menuju musim kemarau justru dibarengi oleh pertumbuhan awan konvektif yang masif di beberapa daerah zona basah.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan ancaman tersembunyi bencana hidrometeorologi mendadak seperti banjir bandang dan tanah longsor di wilayah yang secara teoritis mulai memasuki periode kering.
Tim investigasi meteorologi terus memantau pergerakan angin dan kelembapan udara guna memastikan apakah fenomena ini merupakan dampak jangka panjang dari perubahan iklim yang kian sulit diprediksi di tanah air.











