JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta mulai mengkaji secara mendalam penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) demi memangkas ketergantungan impor energi nasional yang kian membebani anggaran negara.
Langkah ini mensinyalir adanya pergeseran prioritas pemerintah setelah proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) menghadapi berbagai kendala investasi dan operasional di lapangan.
Bahlil kini menginstruksikan tim internalnya untuk memetakan potensi sumber gas domestik serta kesiapan infrastruktur pipa guna memastikan CNG dapat didistribusikan secara efisien ke sektor rumah tangga dan industri.
Upaya diversifikasi energi ini diharapkan mampu mengungkap transparansi biaya distribusi energi nasional yang selama ini terbebani oleh tingginya volume subsidi LPG impor yang terus membengkak setiap tahunnya.











