NAIROBI – Investigasi mendalam mengungkap bagaimana ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran kini mulai mencekik stabilitas ekonomi dan pasokan bahan bakar di berbagai negara Afrika sejak pekan ini.
Meskipun gencatan senjata yang rapuh sedang berlangsung, jutaan warga di benua tersebut dilaporkan mulai bersiap menghadapi masa depan yang kian sulit akibat fluktuasi harga energi global.
Penelusuran tim kami menunjukkan bahwa kerentanan rantai pasok telah memaksa para pelaku usaha di Afrika mengambil keputusan pahit untuk bertahan hidup di tengah ancaman inflasi.
Ketergantungan tinggi pada impor minyak mentah membuat kawasan ini menjadi pihak yang paling terdampak oleh setiap riak konflik yang terjadi di kawasan Teluk.
Para analis memperingatkan bahwa krisis ini bukan sekadar masalah harga, melainkan ancaman nyata terhadap ketahanan pangan dan stabilitas sosial di wilayah Afrika yang sudah rentan.











