Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis · 26 Apr 2026 05:06 WITA

Dirut PLN Pantau Keandalan Listrik Jakarta Pastikan Energi Aman


 Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat meninjau langsung kesiapan sistem kelistrikan dan pasokan energi primer di Jakarta. (Foto: RSS) Perbesar

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat meninjau langsung kesiapan sistem kelistrikan dan pasokan energi primer di Jakarta. (Foto: RSS)

JAKARTA – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo melakukan inspeksi mendalam untuk memantau keandalan sistem kelistrikan dan kecukupan energi primer di Jakarta guna menjamin pasokan energi masyarakat tetap stabil tanpa gangguan operasional.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap seluruh infrastruktur vital di Ibu Kota.

Investigasi di lapangan difokuskan pada pemantauan rantai pasok energi primer yang menjadi komponen krusial dalam menjaga ritme produksi listrik.

Darmawan meninjau langsung kesiapan operasional guna mendeteksi celah risiko yang berpotensi menghambat distribusi daya ke sektor publik.

Hasil tinjauan tersebut mengonfirmasi bahwa sistem kelistrikan Jakarta saat ini berada dalam posisi aman dengan cadangan daya yang sangat mencukupi.

PLN berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan energi demi menunjang stabilitas ekonomi nasional di wilayah pusat pemerintahan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Schneider Electric Rilis Vivace E: Rahasia Saklar Murah Rp30 Ribuan

28 April 2026 - 16:26 WITA

Prabowo Instruksikan Bahlil Cari Pasokan Nafta Global Tekan Harga Plastik

28 April 2026 - 15:06 WITA

Investigasi Rencana KEK Keuangan Bali: Regulasi International Financial Center Mulai Digodok

27 April 2026 - 21:52 WITA

Harga Kondom Global Terancam Melonjak Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

27 April 2026 - 21:33 WITA

Investigasi Fitur Qurban Digital BRImo: Sinergi BRI dan Rumah Zakat

27 April 2026 - 18:00 WITA

Bengkulu Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik 2026 dari Kemendagri

26 April 2026 - 00:59 WITA

Trending di Ekonomi & Bisnis

Sorry. No data so far.