BEIJING – Pemerintah China kini resmi mendominasi pasar turbin angin global setelah bertahun-tahun menerapkan kebijakan industri yang agresif di Beijing.
Langkah strategis ini berhasil menyingkirkan pesaing Barat melalui skema subsidi besar-besaran serta pembatasan impor yang sangat ketat.
Keberhasilan ini dipandang sebagai replikasi sempurna dari dominasi mereka di sektor panel surya yang telah lebih dulu dikuasai secara mutlak.
Penelusuran mendalam mengungkap bahwa fondasi kejayaan ini dibangun atas campur tangan negara yang sangat mendalam terhadap rantai pasokan energi terbarukan.
Melalui proteksionisme pasar domestik, perusahaan-perusahaan lokal mampu berkembang pesat tanpa gangguan kompetisi dari produsen internasional.
Hal ini menciptakan ekosistem manufaktur yang sangat efisien namun dianggap kontroversial dalam aturan perdagangan global.
Kini, turbin angin buatan China mulai membanjiri pasar internasional dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan produsen asal Eropa maupun Amerika Serikat.
Ketergantungan dunia pada teknologi hijau asal China pun diprediksi akan semakin meningkat drastis dalam satu dekade mendatang.
Fenomena ini memaksa banyak negara maju untuk meninjau kembali kebijakan industri mereka demi menjaga kedaulatan energi di tengah persaingan global yang memanas.











