JAKARTA – Di tengah tekanan inflasi yang kian membebani, masyarakat dan pemerintah pusat di Jakarta kini serentak memasuki “mode bertahan” demi menghadapi ketidakpastian finansial yang mengancam stabilitas nasional.
Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas rakyat terpaksa memangkas pengeluaran kebutuhan pokok secara drastis sebagai langkah proteksi mandiri terhadap daya beli yang kian tergerus di berbagai sektor.
Di sisi lain, pemerintah menghadapi dilema besar karena harus tetap mengucurkan belanja negara guna menciptakan bantalan sosial bagi warga terdampak meskipun ruang fiskal semakin menyempit.
Sinergi antara penghematan di tingkat rumah tangga dan ketepatan sasaran subsidi pemerintah kini menjadi kunci utama untuk bertahan dari ancaman perlambatan ekonomi yang semakin nyata.











